Kamis, 04 Maret 2010

Black Box?

Black Box or kotak hitam ini adalah sekumpulan perangkat yang digunakan dalam bidang transportasi - umumnya merujuk kepada perekam data penerbangan (flight data recorder; FDR) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder; CVR) dalam pesawat terbang.
kotak hitam ini dibagi menjadi tiga generasi yaitu:
Generasi pertama, Pada masa ini Flight Data Recorder mempunyai kapabilitas perekaman yang sangat terbatas, hanya meliputi 5 parameter perekaman penerbangan yaitu Heading (arah penerbangan), Altitude (ketinggian penerbangan) , Airspeed (kecepatan terbang) , Vertical Speed (percepatan vertikal) dan Time (waktu)
Kelima parameter analog tersebut direkam pada Metal Foil (semacam kertas logam yang disebut Incanol Steel), yang hanya bisa dipakai satu kali perekaman, sehingga disebut juga Foil recorder. Dengan parameter terbang yang sangat terbatas pada alat ini ditambah sulitnya untuk dapat diinterpretasikan.
Generasi kedua, didorong oleh terbatasnya parameter yang terekam pada foil recorder dan sulitnya menginterpretasi data kemudian berkembang FDR dengan menggunakan magnetic tape dengan format data digital pada tahun 1960-an. Kemampuannya merekam jauh lebih baik dengan mencakup banyak parameter data. Pada perkembangannya FDR dirasa tidak cukup untuk digunakan sebagai dasar analisa penyebab kecelakaan, maka mulai dikembangkan teknologi CVR, yang pada tahun 1965 menjadi piranti wajib semua pesawat terbang komersial.
Generasi ketiga, Pada tahun 1990, mulai dikembangkan FDR generasi ketiga yang berbasiskan teknologi solid state, disusul dengan CVR pada tahun 1992. Keunggulan black box generasi ketiga ini adalah kemampuan untuk merekam lebih banyak parameter dan waktu yang lebih lama, biaya perawatan yang lebih rendah dan pembacaan data yang lebih mudah dibandingkan dengan magnetic tape.
Kotak Hitam atau Black Box ini bisa dibilang nama beken di media aja karena nama sebenarnya adalah Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) yang dulunya memang berbentuk kotak berwarna hitam tetapi sekarang berganti warna menjadi jingga/oranye. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian jika pesawat itu mengalami kecelakaan atau crash. Namun penyebutan di kalangan media tetep kotak hitam alias black box.
Fungsi dari black box atau kotak hitam sendiri adalah untuk merekam pembicaraan antara pilot dengan ATC atau Air traffic control serta untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan tapi pada intinya Kotak Hitam ini dirancang memiliki dua fungsi:
1. Memberi akurasi dan koreksi terhadap kesalahan yang sering ditimpakan terhadap kesalahan pilot atau kesalahan sistem pesawat.
2. Untuk menganalisis insiden kecelakaan supaya menjadi bahan pencegahan kesalahan di masa selanjutnya.
Jadi..Magnetic Tape pada FDR bekerja layaknya Tape Recorder dan pada umumnya, CVR dengan Magnetic Tape merekam selama 30 menit, dengan putaran kontinyu (Continuous Loop) dengan siklus 30 menit. Setelah satu siklus, rekaman lama akan terhapus diganti dengan rekaman baru.
Sedangkan CVR berbasis teknologi Solid State mampu merekam sampai 2 jam per siklus. Saat ini magnetic tape tidak lagi digunakan oleh produsen kotak hitam, beralih ke solid state technology yang diyakini lebih andal. Solid state menggunakan sekumpulan microchips, sehingga tidak ada bagian bagian yang bergerak.
Dengan tidak adanya bagian yang bergerak membuat biaya perawatan menjadi murah dan juga akan mengurangi kemungkinan ada bagian yang pecah pada waktu terjadi kecelakaan. Kemudian data-data dan FDR dan CVR disimpan pada Memory Boards yang terdapat pada Crash Survivability Memory Unit (CSMU).
Memory Boards mempunyai ruang penyimpanan data digital yang cukup untuk mengakomodasi rekaman percakapan pada CVR hingga 2 jam dan perekaman data penerbangan pada FDR selama 25 jam.
Untuk dapat direkam pada FDR, pesawat terbang dilengkapi berbagai macam sensor untuk mengukur besaran-besaran (parameter) data penerbangan seperti Acceleration, Airspeed, Attitude, Flap Settings, Outside Air Temperature, Cabin Temperature and Pressure, Engine Performance dan banyak lagi.
FDR jenis Magnetic Tape Recorder dapat menyimpan sekitar 100 parameter, sedangkan jenis Solid State Recorder lebih dari 700 parameter. Semua data dari sensor-sensor tersebut dikirimkan ke Flight Data Acqusition Unit (FDAU) yang terletak pada Electronic Equipment Bay di bawah Cockpit dan kemudian direkam oleh Black Box, yang terletak pada bagian belakang (ekor) pesawat terbang.
Alasan pemasangan Black Box di belakang pesawat terbang mengingat bagian tersebut seringkali lebih utuh kondisinya pada saat terjadi kecelakaan dibandingkan bagian depan, sehingga akan lebih melindungi keutuhan Black Box. Blackbox yang lebih modern memiliki kemampuan self-eject serta mudah dideteksi oleh SONAR atau RADAR
Pada kecelakaan pesawat terbang, ada kalanya bagian yang tersisa adalah Black Box, itupun mungkin hanya bagian yang disebut Crash Survivability Memory Unit (CSMU), karena CSMU baik pada FDR maupun CVR memang dibuat untuk dapat bertahan (Built to Survive), oleh karenanya persyaratan dan pengujian bagian ini sangatlah ketat. Beberapa hal yang harus mampu ditahan oleh CSMU di antaranya Crash Impact yang harus mampu menahan benturan sampal 3.400 G (gaya tarik bumi), Static Crush mampu menahan beban seberat 5.000 lb (2.500 kg) selama 5 menit pada semua sumbunya. Fire Test mampu bertahan pada suhu 2.0000 F (1.1000C) selama satu jam, mampu bertahan di kedalaman laut, berbagai macam cairan, dan sebagainya.
Di samping itu, Black Box juga dilengkapi dengan Under Water Locator Beacon, untuk dapat diketahui lokasinya apabila tenggelam di laut. Alat ini mampu mengeluarkan sinyal dan kedalaman 14.000 kaki (4.267m) maksudnya bila di dalam air, kotak ini akan memancarkan sinyal ketika terguncang karena benturan. Sinyal inilah yang bisa ditangkap radar untuk menunjukkan lokasi pesawat. Namun, kekuatan sinyal terbatas. Biasanya sampai seminggu sebelum menghilang.
Untuk dapat dianalisis, data dan FDR dan CVR dibaca dengan menggunakan peralatan dan piranti lunak khusus. Di Amerika Serikat, hal ini dilakukan di laboratorium badan keselamatan transportasi nasional (National Transportation Safety Board/NTSB), yang memperoleh Read Out System dan Software dan pembuat Black Box. Proses ini dapat memakan waktu mingguan bahkan berbulan-bulan. Hasil analysis dan Black Box bukanlah satu-satunya sumber untuk dapat menyimpulkan penyebab suatu kecelakaan.
Para penyelidik di Indonesia yang dilaksanakan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) harus menggabungkan dan mengsinkronisasikannya dengan berbagai macam temuan lainnya untuk dapat menyimpulkan secara utuh dan komprehensif Badan Otoritas Penerbangan Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA) mewajibkan pesawat terbang komersial merekam sedikitnya 11 hingga 29 parameter, tergantung dari ukuran pesawat yang kemudian aturan ini diperbaharui pada tanggal 17 Juli 1997. Pesawat yang dibuat sesudah tanggal 19 Agustus 2002 diwajibkan untuk memiliki Black Box untuk merekam sedikitnya 88 parameter.

Senin, 01 Februari 2010

Pengolah Kayu Tenggelam Di Sungai

Pengolah Kayu Tenggelam Di Sungai
kendari, 304 (01/02/10)
Musibah menimpa Ruslan, seorang pengolah kayu. Pria berusia 30 btahun itu dinyatakan hilang setelah tenggelam akibat terjatuh dari Kapal yang membawanya bersama empat pekerja lainnya.
Ketika itu Ruslan dan rekannya sedang melintasi perairan Lahinbao, Sungai Lasolo sekitar Pukul 04.00 Wita, Sabtu (30/1) lalu.
Saat itu Ruslan sedang tertidur hingga kemudian terjatuh ke sungai. Empat rekannya yang melihat langsung berusaha menolong dengan menggunakan Jerigen untuk digunakan sebagai pelampung. Sayang upaya tersebut tidak berhasil, korban tenggelam itu kini dinyatakan hilang di Sungai Lasolo, Konawe Utara sekitar Empat kilometer dari muara laut.
Sabtu lalu sekitar pukul 12.30 wita, kami menerima informasi dari Bahar, syahbandar dipelabuhan Konawe Utara soal musibah itu. Kami juga langsung turun kelapangan melakukan pencarian dibantu Syahbandar Konawe Utara, Pos Lanal, Polri dan Masyrakat “kata kepala Kantor SAR Kendari, Noer Muchlisin, kemarin. Sayang, upaya pencarian terhadap koban dengan menggunakan instrument Navigasi SAR laut itu terhambat cuaca buruk. Kemarin operasi kembali dilakukan hingga Pukul 18.00 Wita di muara Sungai namun lagi-lagi hasilnya nihil.
Tercapat banyak pencabangan sungai menuju laut dan banyak kayu yang memungkinkan korban tersangkut. Arus yang sangat deras juga membahayakan proses pencarian, jelas Kakansar Kendari.
Hambatan lain yang juga ditemukan SAR Kendari karena lokasi pencarian dengan pangkalan (Home Base) Tim sangat jauh, sekitar Tiga jam menggunakan Rubber Boat(perahu karet). Energi Tim pencarian pun menjadi terkuras . apalagi menurut laporan warga, sekitar dilokasi muara sungai diidentifikasi banyak buaya. Inilah yang membuat Tim SAR gabungan harus ekstra hati-hati . rencana operasi masih dilakukan dengan lebih mengintensifkan pembagian wilayah pencarian agar efektif dan efisien” tandas kepala Kantor SAR Kendari. (Pusdatin SAR Kendari/Aris).

Sabtu, 05 September 2009

LIFE LOCATOR BASARNAS

Sulitnya medan longsor yang menimpa Dusun Cikangkareng Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, diakui oleh Basarnas (Badan SAR Nasional) Jakarta. Basarnas berencana gunakan alat pendeteksi untuk mengetahui titik korban longsor.

Dikatakan Kepala Seksi Opersional Basarnas Jakarta Budiawan, langkah tersebut dilakukan melihat medan yang diakuinya cukup berat untuk pencarian korban yang masih tertimbun longsor.

"Untuk memudahkan evakuasi tidak mungkin melakukan pencarian secara manual dan dilakukan terus menerus. Guna mengetahui titik korban yang terkena longsoran batu kami akan menggunakan alat pendeteksi dari helikopter," kata Budi di sela evakuasi korban, Kamis (3/9/2009).

Untuk heli, imbuh Budi, rencananya akan datang pada pukul 14.00 WIB. "Untuk sementara evakuasi tetap dijalankan manual," ujar Budi, seraya menambahkan pihaknya menerjunkan satu tim ke Cianjur yang terdiri dari lima orang.

Selain itu, pihaknya menargetkan satu minggu untuk proses evakuasi. "Ini sesuai operasional kerja Basarnas, pencarian korban bencana alam dilakukan satu minggu, jika belum selesai akan diperpanjang," uajr Budi.

Selain mengirimkan alat pendeteksi korban timbunan longsor, Basarnas juga akan mengirimkan dua tim untuk membantu proses evakuasi.

Kamis, 03 September 2009

Jumlah korban jiwa akibat gempa berkekuatan 7,3 skala Richter yang berpusat di Tasikmalaya, Jawa Barat, terus bertambah. Berdasarkan data terkini Departemen Sosial, Kamis (3/9) petang, jumlah korban meninggal mencapai 52 orang. Sedangkan puluhan lainnya yang diduga tertimpa longsor di kawasan Cibinong, Cianjur Selatan, masih dalam pencarian.

Sementara sebanyak 4.451 rumah roboh atau rusak berat dan lebih 7.400 rumah mengalami rusak ringan. Kerusakan menyebar di sembilan kabupaten dan kota di Jawa Barat. Sedangkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan, terdapat 10.695 bangunan roboh atau rusak berat, dan lebih 13 ribu bangunan rusak ringan. Lebih tiga ribu warga kehilangan tempat tinggal sehingga terpaksa mengungsi.

Rabu, 12 Agustus 2009

selam massal bunaken sail 2009

Selama ini rekor dunia selam massal dipecahkan oleh negara Australia tahun 2004 dengan jumlah 600 penyelam, tahun 2005 di Festival Kohtao menyelam massal dengan 722 penyelam dan di Maladewa menyelam massal di lakukan 900 penyelam.

"Indonesia dalam acara Sail Bunaken 2009 akan mengerahkan minimal 1.500 penyelam yang akan dilaksanakan tanggal 17 Agustus," kata Wakasal. Dalam penyelaman yang dilakukan di perairan Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera, para penyelam mulai melakukan penyelaman pukulo 09.00 wib.

Para penyelam berasal dari Kopaska, Kopassus TNI-AD, Marinir, Dislambair,Mabes TNI AL, Ton Taipur TNI AD, Basarnas, KPLP, Lakespra, Ditpolair, Corona Diving Club, BKKBN.

Meski cuaca di sekitar lokasi cerah, namun para penyelam mengalami hambatan saat berada di dalam air yaitu banyak potongan besi dan lumpur di sekitar daerah penyelaman.

"Lumpur di dalam air lumayan mengganggu pandangan antar penyelam dan arus juga agak kuat," kata Kepala Dinas Penyelaman Bawah Air (Dislambair), Kolonel Yus Kusmany usai melakukan penyelaman. Dijelaskan dia, secara keseluruhan kegiatan persiapan untuk penyelaman massal berjalan dengan baik.

Jumat, 07 Agustus 2009

LOKASI JATUHNYA PESAWAT MERPATI NUSANTARA DI PEGUNUNGAN PAPUA


Sepuluh jenazah korban jatuhnya pesawat Merpati di Pegunungan Bintang, Papua, yang telah teridentifikasi akan diserahkan kepada keluarga, Jumat (7/8) siang. Tiga di antaranya adalah awak pesawat yaitu pilot Qodriya Nova, kopilot Pramudya Purwadi, dan teknisi Supriyadi. Bangkai pesawat yang membawa 16 orang itu ditemukan pada Selasa, (4/8). Sebelumnya, pesawat itu dinyatakan hilang.

Di Tangerang, Banten, keluarga Supriyadi sudah mempersiapkan kedatangan jenazah almarhum. Jenazah direncanakan langsung dimakamkan di pekuburan keluarga yang terletak di belakang rumah orang tuanya di kawasan Pinang, Tangerang. Supriyadi meninggal dunia dalam usia 38 tahun dan meninggalkan seorang istri serta lima orang anak. Ia bergabung dengan Merpati sejak 18 tahun silam.

KORBAN PESAWAT MERPATI YANG BERHASIL DIEVAKUASI OLEH TIM SAR


Setelah upaya evakuasi korban pesawat nahas oleh Tim Search and Rescue atau SAR beberapa kali mengalami kendala. Hari ini (6/8), Tim SAR berhasil membawa jenazah korban ke Kota Sentani, Papua. Seluruh korban yang dibawa berjumlah 15 orang.

Dari hasil pencarian, tim misi penyelamatan berhasil membawa jasad 12 penumpang dan tiga awak pesawat Merpati. Jenazah yang berhasil dievakuasi kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara Kotaraja untuk diotopsi. Setelah pemeriksaan forensik, seluruh jenazah korban jatuhnya pesawat akan dipulangkan ke keluarga masing-masing.

Merpati melalui keterangan persnya berjanji menyantuni dan menanggung seluruh biaya pengurusan jenazah. Diharapkan proses identifikasi selesai malam ini dan jenazah bisa dipulangkan ke keluarga paling lambat Jumat pagi.

Rabu, 05 Agustus 2009

Semua penumpang dan awak pesawat Merpati yang jatuh di wilayah Abmisibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua dipastikan tewas. Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, Bambang Bhakti di Sentani, Rabu (5/8). "Semua penumpang dan awak pesawat dipastikan tewas akibat kecelakaan pesawat Twin Otter Merpati. Ini kami ketahui dari Tim Darat dan warga masyarakat Abmisibil yang sudah berada di lokasi jatuhnya pesawat tersebut,"

Selasa, 04 Agustus 2009


Upaya pencarian pesawat Merpati yang hilang kontak saat melakukan penerbangan rute Jayapura-Oksibil, dilakukan lewat jalur darat dan udara. Komandan Pangkalan Udara Jayapura, Kolonel Penerbang Suwandi Miharja kepada ANTARA di Jayapura, mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan tim dan lima armada udara untuk mencari pesawat tersebut besok pagi.

Lima pesawat yang direncanakan digunakan dalam pencarian itu dari Mission Aviation Fellowship (MAF), Associated Mission Aviation (AMA), Yayasan Jasa Aviasi Indonesia (Yajasi), Twin Otter milik Merpati dan Cassa TNI Angkatan Udara. Sementara itu upaya pencarian lewat jalur darat tetap dilakukan dengan melibatkan unsur terkait yang dapat diandalkan seperti dari tim Badan SAR Nasional (Basarnas) dan juga masyarakat.

persiapan Evakuasi Korban jatuhnya pesawat merpati


Di Bandara Sentani, Jayapura, Selasa (4/8), Tim SAR bersiap untuk berangkat dengan heli Kamov untuk melakukan evakuasi pesawat Merpati Twin Otter. Titik jatuhnya pesawat ditemukan di daerah Ampisibil Pegunungan Bintang Papua.
Tim Basarnas Jaya Pura mulai dikerahkan untuk mencari tahu keberadaan pesawat Merpati Airlines, jenis Twin Otter dengan nomor penerbangan MZ 9760, yang hilang di pegunungan Papua, Minggu 2 Agustus 2009, saat pesawat akan menuju bandara Oksibil dari Sentani.

"Satu pesawat Merpati sudah kami kerahkan untuk membawa tim SAR yang akan mencari tahu keberadaan pesawat," kata Direktur Direktur Tekhnik Merpati Airlines, Hotland Siagian kepada VIVAnews.

Soal penyebab, saat ini, managamen tidak ingin berandai-andai penyebab hilangnya kontak pesawat, yang terpenting adalah menemukan pesawat dan menyelamatkan 14 penumpang yang ikut dalam penerbangan tersebut.

Pesawat itu sendiri berangkat dari bandara Sentani pukul 10.12 menuju Bandara Oksibil. Seharusnya jarak tersebut hanya dapat ditempuh stu jam perjalanan, namun hingga kini belum tiba dan pusat kehilangan kontak.

Sabtu, 25 Juli 2009

PERKEMPINAS 2009 BAU-BAU

Rabu, 24 Juni 2009

tsunami

Tsunami
Tsunami berasal dari bahasa Jepang. "tsu" berarti pelabuhan, "nami" berarti gelombang sehingga secara umum diartikan sebagai pasang laut yang besar di pelabuhan.

Tsunami dapat diartikan sebagai gelombang laut dengan periode panjang yang ditimbulkan oleh gangguan impulsif dari dasar laut. Gangguan impulsif tersebut bisa berupa gempa bumi tektonik, erupsi vulkanik atau longsoran. Kecepatan tsunami yang naik ke daratan (run-up) berkurang menjadi sekitar 25-100 Km/jam dan ketinggian air tsunami yang pernah tercatat terjadi di Indonesia adalah 36 meter yang terjadi pada saat letusan gunung api Krakatau tahun 1883.

Penyebab terjadinya Tsunami
• Gempa bumi yang diikuti dengan dislokasi/perpindahan masa tanah/batuan yang sangat besar dibawah air (laut/danau)
• Tanah longsor didalam laut
• Letusan gunung api dibawah laut atau gunung api pulau.

Gejala dan Peringatan Dini
• Gelombang air laut datang secara mendadak dan berulang dengan energi yang sangat kuat.
• Kejadian mendadak dan pada umumnya di Indonesia didahului dengan gempa bumi besar dan susut laut.
• Terdapat selang waktu antara waktu terjadinya gempa bumi sebagai sumber tsunami dan waktu tiba tsunami di pantai mengingat kecepatan gelombang gempa jauh lebih besar dibandingkan kecepatan tsunami.
• Metode pendugaan secara cepat dan akurat memerlukan teknologi tinggi.
• Di Indonesia pada umumnya tsunami terjadi dalam waktu kurang dari 40 menit setelah terjadinya gempa bumi besar di bawah laut.
Adanya tsunami tidak bisa diramalkan dengan tepat kapan terjadinya, akan tetapi kita bisa menerima peringatan akan terjadinya tsunami sehingga kita masih ada waktu untuk menyelamatkan diri.


Penyelamatan Diri Saat Terjadi Tsunami

Sebesar apapun bahaya tsunami, gelombang ini tidak datang setiap saat. Janganlah ancaman bencana alam ini mengurangi kenyamanan menikmati pantai dan lautan.

Namun jika berada di sekitar pantai, terasa ada guncangan gempa bumi, air laut dekat pantai surut secara tiba-tiba sehingga dasar laut terlihat, segeralah lari menuju ke tempat yang tinggi (perbukitan atau bangunan tinggi) sambil memberitahukan teman-teman yang lain.

Jika sedang berada di dalam perahu atau kapal di tengah laut serta mendengar berita dari pantai telah terjadi tsunami, jangan mendekat ke pantai. Arahkan perahu ke laut. Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, jangan segera turun ke daerah yang rendah. Biasanya gelombang berikutnya akan menerjang. Jika gelombang telah benar-benar mereda, lakukan pertolongan pertama pada korban.

Strategi Mitigasi Dan Upaya Pengurangan Bencana

1. Peningkatan kewaspadaaan dan kesiapsiagaan terhadap bahaya tsunami.
2. Pendidikan kepada masyarakat terutama yang tinggal di daerah pantai tentang bahaya tsunami.
3. Pembangunan Tsunami Early Warning System (Sistem Peringatan Dini Tsunami).
4. Pembangunan tembok penahan tsunami pada garis pantai yang beresiko.
5. Penanaman mangrove serta tanaman lainnya sepanjang garis pantai untuk meredam gaya air tsunami.
6. Pembangunan tempat-tempat evakuasi yang aman disekitar daerah pemukiman yang cukup tinggi dan mudah dilalui untuk menghindari ketinggian tsunami.
7. Peningkatan pengetahuan masyarakat lokal khususnya yang tinggal di pinggir pantai tentang pengenalan tanda-tanda tsunami cara-cara penyelamatan diri terhadap bahaya tsunami.
8. Pembangunan rumah yang tahan terhadap bahaya tsunami.
9. Mengenali karakteristik dan tanda-tanda bahaya tsunami.
10. Memahami cara penyelamatan jika terlihat tanda-tanda akan terjadi tsunami.
11. Meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi tsunami.
12. Melaporkan secepatnya jika mengetahui tanda-tanda akan terjadinyan tsunami kepada petugas yang berwenang : Kepala Desa, Polisi, Stasiun Radio, SATLAK PB maupun institusi terkait.
13. Melengkapi diri dengan alat komunikasi.

SEGITIGA BERMUDA

RAHSIA SEGITIGA BERMUDA
Apa itu Segitiga Bermuda?
Segitiga Bermuda adalah satu tempat yang banyak menarik perhatian orang seluruh dunia kerana terdapat berbagai kejadian aneh telah berlaku disitu. Sehingga ke saat ini mister! Segitiga Bermuda itu dianggap sebagai satu kawasan pusat ajaib di muka bumi ini.
Kerana terialu banyak kisah-kisah pelik dan ajaib berlaku disilu, maka orang ramai tertanya-tanya, kuasa pakah.yang terdapat disitu? Ada satu teori mengatakan di Bermuda itu terdapat satu pusat bekas Kerajaan Atlantis. Ada sesetengah teori pula mengatakan disitu terdapat Pusat Kerajaan Orang Halus dan Jin dan Para Siluman......
Segitiga Bermuda mencakupi kawasan seluas 770,000 kilometer persegi. Kawasannya merupakan gugusan pulau-pulau yang berjumlah sebanyak 359 pulau. Pulau-pulau ini tersusun antara satu sama lain seperti untaian manik-manik. Beberapa teluk kecil terdapat dihujung pulau-pulau itu. Kesemua pulau-pulau ini terletak di Lautan Atlantik. Jauh pulau-pulau ini dari Daratan Amerika kira-kira 930 kilometer. Pada tahun 1684 Kepulauan ini telah dijajah oleh Kerajaan British. Sehingga ketahun 1968 barulah Bermuda mendapat pemerintahan sendiri. Sungguhpun kesuluruhan pulaunya sebanyak 359 tetapi hanya 60 buah pulau sahaja yang didiami manusia, selainnya tidak dihuni. Orang yang pertama sekali mengenal pasti tentang Misteri Segitiga Bermuda ini ialah Vincent Cadys, dialah juga yang telah menamakan SEGITIGA BERMUDA. Beliau seorang pakar dalam kes-kes misteri di lautan.

"hilang dikebun sendiri"

Operasi di kebun pwa

>>> ELu ngak bakalan perna ngerasain gmana rasanya naik turun kebun sambil nyari orang hilang….dan yang pastinya tu kebun wow!!!!!!! Kudu buseet Kalau dijelasin ni yah makan waktu yang panjang bangets ibaratnya dua keeping film DVD, tapi buat elu yang mau dengan ikhlas ngebaca ngak apa deh gue ceriatain tuh kebun gmana modelnya,,,,,

>>> Nih kebun letaknya ngak jauh-jauh amat sih dari obyek wisata Taipa, yang pastinya ada kok di peta Sulawesi Tenggara,,,, dan kalo di search di google earth tepatnya di desa Tongkau (gue kira tong kayu) Kec. Paku Jaya Kab. Konawe Sulawesi Tenggara yang berada di Indonesia yang berlokasi di Asia tenggara dan tergabung dalam keanggotaan PBB, upss”!!!! rinci banget yah kaya pelajaran sejarah ajah sewaktu SMA nga segitunya kalee……

Kronologis kejadian
(kaya lagi di introgasi polisi aja)

Pada tanggal 15 bulan Juni 2008 pada pukul 16.15 wita kita-kita dapat berita musibah, katanya sih orang hilang di kebun…aduhh!!!!!! kok bisa???? orang hilang dikebun!!! emanknya tuh kebun kaya apa sih “ kata gue ehm”…..lanjut cerita kita-kita langsung diperintahin Kepala kantornya SAR Kendari untuk berangkat ke TTM (Tempat terjadinya musibah) jangan salah mikir elu bukan Teman Tapi Mesra kaya loe pada lakuin ma cewek2 or cowok2 ,,,,, selama perjalanan tuh waktu, “ waduhhhh busyet deh”!!!!! nih tempat kaya nga pernah dilewatin PLN aja kok gelap banget sih……

Setibahnya disono nyadar deh gue “waduhhh” kebangetan deh tuh orang yang ngirimin berita katanya orang hilang di kebun,, buusyeeet deh!!!!! ternyata yang mereka maksud kebun itu adalah G.U.N.U.N.G yang amat sangat tinggi, nga apalah yang penting ada kok enaknya, kita tuh disambut ma warga warga disono kaya lagi menyambut bupati aja……(astagfirullah,,,, nyadar mas biasa aja donk). Lekas dari posko kita2 lanjut lagi ke rumah korban untuk nanya2 ciri korban, (kaya aparat gitu deh) cieeeeeeh…..oh iya pada mulanya warga2 sono tuh biasa2 aja, trus tiba2 nanya ma kita2?????? “ pak besok anggotanya dari SAR mau ditambah yah?? loh kok cuman enam orang aja nga terlalu sedikit yah?????spontan salah satu dari kami ngejawab “ nga pak kita yang ditugaskan Cuma ini doank, tiba2 salah satu warga desa tersebut berinisial H lengkapnya Hermansyah berkata dengan bahasa yang syukur gue mengerti “ hende ino om I hiro tim SAR arioto ni latih or pendidikan untuk mencari orang hilang jadi yamoto kwatir ok mi om “ cek per cek ternyata si H adalah alumni dari sma pelayaran dekat kantor lamanya SAR jadi why not kLo dia tau banyak tentang SAR gitu dech.

Besok hari kemudian hari yang mendebar2kan dimana pencarian akan di mulai (kaya pengumuman Indonesian idol aja nga segitunya kalee) personil kami pun dibagi menjadi 2 SRU (bahasa krennya "search and rescue unit”) yang maksudnya tim, kelompok dan sejenisnya.

Pencarian tersebut memakan waktu ± 10 jam perjalanan, banyak rintangan yg dihadapi oleh tim Rescue dalam melaksanakan misi kemanusiaan yg diemban sejak masuk menjadi anggota dari BASARNAS (Badan SAR Nasional) khususnya dalam operasi pencarian orang hilang di desa Tongkau kec. paku jaya, seperti ancaman binatang buas dan keadaan alam yg kurang mendukung dalam operasi pencarian tersebut, tetapi dengan dasar kemauan dan prinsip kemanusian serta Tugas yang wajib dilaksanakan dan kalao di tinggalkan dosa, rintangan tersebut bukanlah suatu kendala yg dapat menghalangi operasi pencarian tersebut. Dalam pencarian tersebut juga di Bantu oleh keluarga korban dan tetangga korban.

Alhasil korban di temukan pada Tw 14.30 wita dalam keadaan meninggal dan posisinya tepat di bendungan, dan korban langsung dievakuasi. Kami pun pamitan kepada keluarga korban untuk kembali ke MABES SAR KDI 304 dan operasi SAR terhadap korban hilang di kebun sorry ralat bukan kebun tapi gunung dinyatakan di T.U.T.U.P

DATA KORBAN

Nama Korban : Buduhami
Umur : ± 55 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Pencari Rotan
Alamat : masuk lorong yang ada jalan stapaknya di desa Tongkau Kec. Paku Jaya Kab. Konawe Sulawesi Tenggara







By. Young_Rescue 08 (Asep)
 
Basarnas Kendari Blog Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template