Minggu, 14 April 2013

LATGAB FAKULTAS KEDOKTERAN UNHALU



Kendari, 14/4 --- Diklat gabungan yang diikuti sebanyak 60 orang peserta ini merupakan mahasiswa yang tergabung dalam UKM Ischiadicus Fakultas Kedokteran Universitas Haluoleo Kendari angktan 02 dan 03 ini telah menjadi agenda tahunan serta melibatkan Kantor SAR Kendari tiap kali pelaksanaan kegiatan tersebut, adapun materi yang disampaikan kepada seluruh peserta Diklatgab dari Kantor SAR Kendari yakni Navigasi Darat, High Angle Rescue Technique (HART) serta Road Accident Rescue (RAR) yang berlangsung selama dua hari pada Tanggal 13 s/d 14 April 2013.

Foto: Humas Basarnas Kendari

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keahlian serta kemampuan para anggota UKM Ischiadicus dan tentunya diharapkan seluruh anggota dapat menerima materi yang telah diberikan dengan baik sebelum diaplikasikan dilapangan yang sebenarnya guna memberikan bantuan medis kepada korban bencana. Ungkap Budi raharjo,SE salah satu Instruktur SAR Kendari dalam kegiatan Diklatgab ini.

Kamis, 31 Januari 2013

ACUL DITEMUKAN TERAPUNG



Kendari, 31/1 --- Operasi pencarian Acul (20) korban yang tenggelam sejak Tanggal 29/1 Pkl 21.00 wita di dermaga pelabuhan perikanan Samudera kota Kendari pada Kamis, 31/1 pkl 06.25 akhirnya membuahkan hasil. Korban dalam keadaan terapung pada saat ditemukan ±200M dari tempat awal korban tenggelam.

Setelah korban dievakuasi oleh Tim Basarnas Kendari di bantu masyarakat sekitar serta keluarga korban akhirnya jenazah korban langsung di bawa ke Rumah Sakit Prov. Sultra untuk kemudian dilakukan pemulasan jenazah yang selanjutnya akan diterbangkan menuju Kab. Majene oleh pihak keluarga. Seperti yang diberitakan sebelumnya Acul tenggelam pada 29/1 lalu saat hendak melepas tali yang membelit baling-baling kapal dimana dia bekerja sebagai salah satu ABK kapal tersebut yang saat itu sandar dipelabuhan perikanan samudera untuk membongkar muatan berupa ikan hasil tangkapan mereka selama melaut.

Dengan ditemukannya korban maka operasi pencarian terhadap tenggelamnya ABK  KMN Adidas di pelabuhan Perikanan Samudera Kendari resmi ditutup.


SELURUH ABK KM HERLING DITEMUKAN SELAMAT



Kendari, 30/1 --- KM Herling  GT 30 yang bertolak dari pelabuhan Lapulu pada Tanggal 18/1 lalu menuju Pulau Menui dengan 13 awak diatasnya dilaporkan telah lost contact oleh Bpk. Nasir perwakilan dari pihak pemilik kapal dikendari, menurut ETA (Estimated Time of Arrival) harusnya kapal pencari ikan tersebut telah tiba kembali di Kendari pada Tanggal 25/1 lalu namun sampai dilaporkannya musibah itu ke Kantor SAR Kendari pada Tanggal 28/1 tak kunjung ada kabar dari Nahkoda maupun awak kapal yang dimaksud.

Berdasarkan laporan tersebut Kepala Kantor SAR Kendari Jafar Henaulu pada 29/1 mengerahkan personilnya dengan menggunakan Kapal penolong RB 210 Kendari menuju timur laut Pulau Menui yang sebelumnya Rigid Inflatable Boat (RIB) beserta personil Pos SAR Wakatobi sudah terlebih dahulu menyisir kearah utara Pulau Wanci namun tidak membuahkan hasil dan menghentikan pencarian untuk sementara, setelah operasi pencarian kembali dilanjutkan lagi keesokan harinya 30/1 Tim berhasil mendapatkan koordinat keberadaan KM Heling tersebut dari KM Anugerah yang kebetulan pada saat itu melintas saat hendak berlayar menuju Bitung Sulawesi utara sehingga sempat menarik kapal naas tersebut dan mengikatkatkannya pada sebuah Rompong (tambak apung) dan pada saat itu pula baru diketahui KM Heling ternyata mengalami Mati Mesin sehingga tidak dapat melanjutkan pelayarannya kembali ke kendari.

Setelah menempu jarak 65 Mil ke arah timur Pulau Menui tepatnya dikoordinat yang telah didapatkan RB 210 dari KM Anugerah yakni 03 33 S - 124 15 E Tim berhasil menemukan KM Herling yang telah 5 hari lost contact terikat pada sebuah Rompong, namun setelah dilakukan negosisasi hanya 7 dari 13 awak yang bersedia untuk di evakuasi oleh Tim sedangkan beberapa awak lainnya termasuk Nahkoda KM Herling lebih memilih untuk menunggu KM Ingkamina (kapal penarik) yang akan didatangkan oleh pemilik KM Herling dari kendari untuk menarik kapal naas tersebut kembali ke Kendari.

Rabu, 30 Januari 2013

ABK KM ADIDAS TENGGELAM DIPELABUHAN



Kendari, 30/1 --- Sebelum dilaporkan tenggelam oleh Arsanto kepada Kantor SAR Kendari via telepon 0401-3196 557 (No layanan Marabahaya Kantor SAR Kendari), Asrul (20) yang kerap disapa Acul oleh teman sesamanya ABK dimana dia bekerja sebagai salah satu ABK di KM Adidas masih terlihat sibuk membongkar muatan kapal yang berupa ikan segar di Pelabuhan perikanan Samudera kota Kendari hasil tangkapan Acul dkk selama mereka melaut. Saat Acul sibuk membongkar muatan diatas kapal tanpa disengaja tali yang berfungsi sebagai tali jangkar melilit baling-baling kapal tersebut sehingga Juragan (sebutan bagi nahkoda kapal tersebut) memerintahkan tiga anggotanya untuk melepas tali yang melilit baling-baling kapalnya termasuk diantaranya Acul korban yang dilaporkan tenggelam sedangkan Akbar  dan Karasong selamat dan masih bisa memberikan keterangan perihal kejadian yang menimpa rekannya itu.

Menurut salah satu rekan Acul yang selamat mengatakan, dia masih sempat terlihat pada saat naik setelah menyelam untuk tarik nafas setelah itu dia turun lagi dan sampai saat ini belum naik-naik juga, ungkap sang sahabat kepada beberapa awak media.


Diketahui KM Adidas merupakan kapal penagkap ikan yang berasal dari Kab. Majene Sulawesi Selatan, peristiwa naas yang menimpa salah satu ABK kapal tersebut terjadi pada Tanggal 29/1 Pkl 21.00 Wita di Dermaga perikanan Samudera Kendari. Hingga berita ini diturunkan Kantor SAR Kendari telah menurunkan satu tim penyelam juga dibantu oleh seorang penyelam tradisional masih melukakan pencarian disekitar TKM (tempat kejadian musibah) sejak pagi tadi dengan radius 25 meter dari Datum (titik duga), dilaporkan juga jarak pandang penyelaman hanya mencapai 2 meter dikarenakan daerah sekitar TKM itu berlumpur, sedangkan kedalam mencapai 3 sampai 7 meter.

Post By: Humas Basarnas Kendari/RisYud


Kamis, 17 Januari 2013

PENCARIAN KORBAN KAPAL TENGGELAM DI PERAIRAN PULAU BINONGKO

Foto by : Aris/ Humas Basarnas Kendari
Foto by: Humas Basarnas Kendari

Kendari, 17/1 --- Seperti yang diberitakan sebelumnya KM Kembang Doa yang berlayar dari Maumere tujuan Wanci tenggelam di perairan Pulau Binongko pada Minggu, 13/1 lalu hingga kini telah memasuki hari ke empat semenjak dilaporkan tenggelam dan masih terus diupayakan pencariannya oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri personil Pos SAR wakatobi, Polres Wakatobi, Pos AL Wanci serta keluarga korban dan juga dari pihak perusahaan pemilik kapal naas tersebut.


Hari ini Kamis, 17/1 pencarian para awak kapal Kembang Doa yang di Nahkodai oleh Empeng bersama Sembilan ABK lainnya dilakukan dengan menggunakan sebuah Helicopter Jenis BO 105 PK-EAC milik perusahaan penerbangan Air Transport Service, hal ini dilakukan guna memperluas search area (Area Pencarian) yang berapa hari sebelumnya konsentrasi pencarian dipilih dengan menempuh jalur laut dengan menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB) milik Pos SAR wakatobi, Kapal nelayan setempat serta kapal patroli 642 milik Mabes Polri yang kebetulan pada saat ini melakukan patroli keamanan laut diperairan Sulawesi tenggara.

Saat ditemui di Pos SAR wakatobi SMC (SAR Mission Coordinator) Basrano, SE juga selaku Kasubsi Operasi Kantor SAR Kendari mengatakan, pencarian yang dilakukan hari ini memang telah diperluas hingga 56 NM dari pulau Moromahu arah tenggara Pulau Binongko dengan menggunakan Helicopter namun belum juga ada tanda-tanda keberadaan para awak kapal tersebut, pencarian seluruh korban tentu akan terus kami dilakukan hingga hari ke-7 semenjak dilaporkan kapal tersebut tenggelam namun demikian bila ada tanda akan diketemukannya para korban operasi SAR ini jelas akan kita lanjtukan kembali, jelasnya. 



---Post By: humas Basarnas Kendari/RisYud---

Rabu, 16 Januari 2013

KAPAL PEMUAT PAKAIAN BEKAS TENGGELAM DI PERAIRAN PULAU BINONGKO


Foto Ilustrasi
Kendari, 16/1 --- Semenjak dilaporkan tenggelam Pada Minggu, 13/1, KM Kembang Doa hingga saat ini masih dilakukan pencarian dan belum menghasilkan tanda-tanda akan ditemukannya kapal naas tersebut.

Diketahui, KM Kembang Doa dengan yang berukuran 144 GT berlayar dari Maumere tujuan Wanci dengan memuat Pakaian bekas (RB) di nahkodai oleh Empeng bersama Sembilan orang awak kapal lainnya tenggelam di perairan Pulau Binongko Wakatobi Pada Minggu, 13/1 akibat cuaca buruk, tidak diketahui pasti posisi kapal tersebut namun menurut salah satu keluarga korban yang melaporkan kejadian tersebut kepada Reppind  (Korpos SAR Wakatobi ) bahwa dia sempat berkomunikasi via telepon dengan salah seorang awak kapal tersebut dan memberitahukan posisi kapal terakhir berada di 18 Mil Arah Timur Pulau Binongko. berdasar laporan itulah Tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Wakatobi, Pos AL Wanci, Pos Polair Wanci juga keluarga masing-masing korban masih melakukan pencarian namun sampai berita ini diturunkan Rabu, 16/1 belum membuahkan hasil.

Sesuai perakiraan tinggi gelombang yang diperolah dari BMKG Kendari ketinggian gelombang pada tanggal 13/1 lalu mencapai 2-3 meter akan terjadi di perairan Bau-Bau, perairan Pulau Wakatobi, perairan Menui juga Kendari bahkan peringatan akan cuaca buruk telah dikeluarkan oleh pihak BMKG Kendari itu sendiri.
Dalam kesempatannya, Basrano, SE Kasubsi Operasi Kantor SAR Kendari bertindak selaku SMC (SAR Mission Coordinator) dalam penanganan Operasi SAR terhadap Tenggelamnya KM Kembang Doa ini berharap agar semua unsur yang terlibat dalam operasi ini tetap waspada akan cuaca buruk yang sama-sama kita ketahui merupakan penyebab tenggelamnya kapal pemuat RB tersebut, “pencarian masih akan terus dilakukan beberapa hari kedepan hingga seluruh korban ditemukan” ungkapnya.

---Post By: Humas Basarnas Kendari/risYud---

Senin, 17 Desember 2012

LATIHAN SAR TAHUN 2012


Kendari, 16/12 --- Latihan SAR Tahun 2012 dengan mengambil tema “Dengan Semangat Latihan SAR Tahun 2012 Kantor SAR Kendari Kita tingkatkan kualitas serta kemampuan para insan SAR yang tangguh disegala medan operasi” Minggu, 16/12 digelar di dermaga TNI AL Kendari melibatkan beberapa potensi SAR khususnya unsur Laut  yang ada diantaranya TNI AL, TNI AU, Satpol AIR Polda Sultra, Adpel Kendari, KKP Kendari serta PMI Cab. Kendari.


Adapun scenario pelaksanaan simulasi ini yakni ‘Pertolongan SAR Terhadap Musibah Pelayaran’ karena dilihat dari intensitas terjadinya musibah pelayaran di wilayah kerja Kantor SAR Kendari yang meliputi seluruh Sulawesi Tenggara, sebagian wilayah Maluku bagian Utara serta sebagian lagi masuk dalam wilayah administrasi pemerintahan Sulawesi Tengah sangatlah berpotensi besar.

“Tujuan dari Simulasi ini selain menigkatkan kualitas serta kemampuan para insan SAR dalam setiap pelaksanaan operasi SAR tentunya juga menjalin koordinasi yang baik antar potensi SAR yang ada agar nantinya dalam pelaksanaannya operasi SAR yang sebenarnya dapat berjalan dengan baik serta terorganisir tanpa menggunakan bendera masing-masing melainkan cuma satu bendera yakni bendera Kemanusiaan, dan merupakan aplikasi nyata dari pelaksanaan Rapat Koordinasi SAR yang pada Tanggal 14/12 kemarin telah dilaksanakan” Ungkap Jafar Henaulu Kepala kantor SAR Kendari.


--- Post By : Humas Basarnas Kendari/RisYud ---

Jumat, 14 Desember 2012

RAPAT KOORDINASI SAR 2012 KANTOR SAR KENDARI



Kendari, 14/12 --- Sebanyak 46 orang yang merupakan perwakilan masing-masing Instansi, Lembaga maupun Organisasi berpotensi SAR se Prov. Sulawesi Tenggara menghadiri Rapat Koordinasi SAR Tahun 2012 yang dilaksanakan oleh Kantor SAR Kelas B Kendari pada Jum’at 14/12 bertempat di Hotel Horison Kendari.

Rakor SAR ini mempunyai manfaat yang sangat penting bagi Badan SAR Nasional pada umumnya dan Kantor SAR Kendari pada khususnya serta memiliki nilai yang strategis karena selain merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan koordinasi antar Instansi Potensi SAR yang ada di Sulawesi Tenggara dan juga sebagai bentuk kepedulian kita terhadap hal-hal yang menyangkut keselamatan bagi korban musibah Pelayaran, Penerbangan Bencana Alam dan Musibah Lainnya.

Dalam sambutan tertulisnya Kepala Badan SAR Nasional Letnan Jenderal (Mar) Alfan Baharuddin yang dibacakan langsung oleh Bpk. Agus sukarno, S.H., M.M selaku Kepala Biro Umum Badan SAR Nasional pada saat membuka kegiatan ini menegaskan “bahwasanya potensi terjadinya musibah khususnya musibah pelayaran sangatlah besar ini dilihat dari letak geografis yang dimiliki oleh Prov. Sulawesi Tenggara mempunyai luas wilayah daratan  ±38.140Km²  sedangkan wilayah perairan yang dimiliki lebih luas lagi yakni ±110.000Km² demikian pula data Musibah maupun bencana dari awal Tahun 2011 hingga akhir November 2012 Pusat Data dan informasi Kantor SAR Kendari mencatat 86 kali kecelakaan yang meliputi musibah penerbangan 1 kali, bencana alam 7 kali, musibah lain 21 kali serta 57 kali merupakan musibah pelayaran. Dari data kejadian tersebut, jelas merupakan gambaran konkrit yang perlu mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak, baik yang dapat terlibat langsung maupun tidak langsung”.

Pada kesempatan ini juga, Kepala Kantor SAR Kendari Jafar Henaulu mengatakan Selain kegiatan Rakor, kami juga akan menggelar Latihan Simulasi Pertolongan SAR musibah pelayaran yang akan melibatkan berbagai pihak yang di anggap berkompeten pada saat terjadinya musibah pelayaran, Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Minggu, 16/12 di dermaga TNI AL Kendari dengan scenario latihan Musibah Kapal Terbakar. Kegiatan ini tentunya merupakan wujud nyata dari sebuah koordinasi mana kala terjadi Musibah, tugas dan tanggung jawab masing-masing potensi SAR sudah jelas, yang berjalan dengan hanya satu bendera yakni bendera kemanusiaan. Ungkapya”

--- Humas Basarnas Kendari/RisYud ---

Selasa, 16 Oktober 2012

KORBAN DITEMUKAN DEKAT PULAU BOKORI


Kendari, 16/10 --- Setelah melakukan pencarian sejak siang kemarin 15/10 Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia, korban diketahui bernama Putotandudi (40) yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan tradisional  suku Bajo.


Musibah terjadi pada saat korban sedang memancing diperairan Pulau Bokori yang pada saat itu hujan mengguyur dengan kecepatan angin tidak seperti biasanya, Tempat Kejadian Musibah (TKM)  berjarak 2 Mil dari perkampungan suku Bajo di Soropia, menurut keterangan salah satu kerabat korban yang enggan disebutkan namanya ‘saya kaget pak karena ada perahunya tapi tidak ada orangnya waktu saya lewat pake perahu saya pikir itu bpk. Lagi tidur’ pada saat itulah warga sentak melakukan pencarian terhadap korban dan akhirnya musibah yang menimpa korban tersebutpun dilaporkan langsung oleh Kapolsek Soropia ke Kantor SAR Kendari pada 15/10 Pkl 18.30 Wita.
Sampai berita ini diturunkan penyebab terjadinya musibah ini belum diketahui pasti namun aparat Kepolisian dari Polsek Soropia telah melakukan Visum guna mengetahui apa penyebab yang menimpa Bpk. Putotandudi.

Post By: RisYud/Humas Basarnas Kendari.

Jumat, 17 Agustus 2012

UPACARA HUT PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE 67


Kendari, 17/8 --- Upacara Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI-67 pada hari ini Jumat, 17/8 berlangsung dengan hikmat dilapangan upacara Kantor SAR Kendari meskipun dibawah guyuran hujan tidak serta merta pula menguyurkan semangat bagi seluruh pegawai Kantor SAR Kendari dalam melaksanakan upacara bendera tersebut.


Dalam pelaksanaan HUT Kemerdekaan RI ke-67 tahun ini, secara Nasional mengangkat tema “bekerja keras untuk kemajuan bersama, kita tingkatkan pemerataan hasil-hasil pembangunan untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” terkait pula dengan tugas-tugas Badan SAR Nasional, Bpk. Mayjen TNI (MAR)  Muhammad Alfan Baharuddin selaku Kepala Badan SAR Nasional dalam sambutannya yang dibacakan langsung oleh Kepala Kantor SAR Kendari Jafar Henaulu mengajak para pegawai Basarnas serta para penggiat SAR diseluruh tanah air untuk secara tulus mengabdikan diri pada tugas-tugas di bidang kemanusiaan dengan memberikan pertolongan tanpa memandang Suku, Ras, Warna Kulit dan Agama sebagai gambaran dari aktualisasi guna menumbuhkan kesadaran bagi insan SAR dalam melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan.
Dalam kesempatan ini pula Kepala Basarnas berpesan, sebagai penggiat SAR kita harus memiliki semangat membaja untuk menolong sesama seperti semangat para pejuang kita yang telah rela mengorbankan Jiwa, Raga dan Harta bendanya dalam merebut Kemerdekaan dari penjajah namun dibalik semangat membaja itu harus pula memiliki disiplin yang tinggi dan melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sabtu, 11 Agustus 2012

APEL SIAGA LEBARAN 2012



Kendari, 11/8 --- Apel Gelar Pasukan Siaga Lebaran 2012 yang dilaksanakan di Lapangan Sultra Driving Centre (SSDC) pada Jumat 10/8 yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sultra Brigjend Pol. Tubagus Anis Angkawijaya, gelar pasukan ini dilaksanakan guna melihat kesiapan pasukan dan peralatan selama operasi kemanusiaan sebelum diturunkan dalam Operasi Ketupat selama 16 hari jelang hingga pasca lebaran.

Jumat, 10 Agustus 2012

BAKSOS RAMADHAN DW SAR KENDARI


Kendari, 10/8 --- Bakti sosial yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kantor SAR Kendari di bulan Ramadhan Tahun 2012 ini berlangsung dengan sederhana namun hikmat, terlihat perwakilan dari Dharma Wanita Kantor SAR Kendari saat menyerahkan bingkisan Ramadhan kepada sejumlah ibu kurang mampu yang bermukim di sekitaran Kantor SAR Kendari, kegiatan ini berlangsung di Aula gedung Kantor SAR Kendari pada Jumat, 10/08.

Kegiatan ini juga merupakan agenda tahunan Dharma Wanita Persatuan Kantor SAR Kendari dan tidak hanya dilaksanakan pada bulan puasa seperti saat ini saja namun juga dikesempatan lain. Adapun Maksud serta tujuan dari pelaksanaan kegiatan kali ini adalah membina toleransi serta bentuk nyata kepedulian Dharma Wanita Kantor SAR Kendari terhadap sesama meskipun dalam pelaksanaannya kegiatan ini sangatlah sederhana.

Senin, 06 Agustus 2012

KAPAL BOCOR NYARIS TENGGELAM


Kendari, 0/8 --- Tim Rescue Kantor SAR Kendari berhasil mengevakuasi korban kapal yang mengalami kebocoran disekitar Pulau Hari yang berjarak 9 Mil dari Kota Kendari, KM Eri Jaya yang berukuran GT 4 bertolak dari Lebo Pulau Wawonii pada Minggu, 05/8 dengan membawa 39 penumpang 6 diantaranya merupakan anak-anak dibawah umur serta 2 orang awak.


Menurut keterangan salah satu korban, Bpk. Arman ‘andaikan tidak ada pertolongan bisa terlambat’ katanya, karena kapal tersebut tiba-tiba kemasukan air dibagian bawah lambung kapal disusul dengan matinya mesin kapal sehingga membuat seluruh penumpang panik, kapal melanjutkan perjalanan setelah mampir di Pelabuhan Langara untuk berteduh dan berbuka puasa sampai setelah melaksanakan sahur dini hari tadi pkl 04.00 Wita kapal ini melanjutkan pelayaran menuju Kendari, berapa saat kemudian tepat di depan Pulau Hari musibahpun terjadi, air setinggi betis orang dewasa menggenangi kapal serta mesin kapal tidak berfungsi, Pkl 05.10 wita ‘Ashran’ pemilik kapal yang berada di kota Kendari Via telepon melaporkan kejadian tersebut ke Com Centre Kantor SAR Kendari, Tim Rescue yang dipimpin langsung Kasubsi Operasi dan Potensi SAR Kendari Basrano, SE menggunakan Rescue Boat 210 menuju TKM (tempat terjadinya musibah), dan mengevakuasi seluruh penumpang menuju pelabuhan kendari dengan selamat.



Utamakanlah keselamatan dalam Bertransportasi
“karena keselamatan bukanlah suatu hal yang kebetulan”

Kamis, 05 Juli 2012

45 ORANG ANGGOTA CLUB SELAM TERAPUNG DILAUT


Kendari, 05/7 --- Sebelum dilaporkan oleh Aliana salah satu anggota dari Langkoe Diving Club (LDC) Fakultas Perikanan Universitas Haluoleo yang ikut menumpangi kapal dan mengalami kebocoran serta nyaris tenggelam tersebut berlayar dari labuhan Berota menuju Kendari pada tanggal  5/7 setelah melaksanakan kegiatan penyelaman bersama 43 anggota barunya di Labuan Berota yang kemudian bermaksud kembali ke kota Kendari dengan menumpangi Longboat “Dua Sahabat” berukuran 2GT bersama seluruh anggotanya sekaligus dengan peralatan selam mereka, namun sialnya saat perjalanan kembali ke Kota Kendari Pkl. 12.05 wita kapal tersebut tiba-tiba mulai digenangi air dan tak mampu menahan tingginya gelombang sehingga memaksakan seluruh penumpang kapal tersebut meloncat ke laut guna menghindari tenggelamnya kapal tersebut, untungnya pada saat kejadian peralatan selam serta Life Jacket (baju pelampung) masih sempat mereka gunakan sebagai pelampung sembari menunggu bantuan dari Tim SAR Kendari yang sedang menuju ke TKM (Tempat Kejdaian Musibah) meskipun mereka mengaku sempat terapung selama ±1jam lamanya.


Setelah satu-persatu korban di evakuasi kemudian diantar langsung menuju pelabuhan Kendari menggunakan Rescue Boat 210 milik SAR Kendari, 5 dari keseluruhan korban mengalami Hipotermia dan langsung diserhakan ke pihak Kesehatan Pelabuhan guna diberikan penanganan lebih lanjut.
Musibah tersebut terjadi 2 mil laut dari pulau Hari yang berjarak 7 Mil laut dar pelabuhan Nusantara Kota Kendari, sampai berita ini diturunkan seluruh korban dinyatakan selamat.

--- Post By: Humas Basarnas kendari/RisYud ---

Jumat, 29 Juni 2012

OPERASI SAR TERHADAP ABK KM ANUGRAH PASIFIK JAYA DITUTUP



Kendari, 29/6 --- Tabrakan kapal yang menewaskan enam orang awak kapal dari KM Anugrah Jaya Pasifik di selat Tiworo, Jumat 29/6 secara resmi  ditutup oleh Kepala Kantor SAR Kendari Jafar Henaulu selaku SMC (sar mission coordinator) dalam pelaksanaan operasi SAR ini.

KM Anugrah Jaya Pasifik tenggelam setelah bertabrakan dengan KM Mutia Ladjoni 7 di selat Tiworo Sulawesi tenggara pada 24/6 lalu saat berlayar dari Surabaya menuju Bitung Sulawesi utara dinahkodai oleh Noce Mairuhu yang juga tewas dalam musibah ini, sang nahkoda pada saat ditemukan oleh tim selam gabungan Lanal Kendari dan Kantor SAR Kendari berada dianjungan kapal naas tersebut, sedangkan Supardi yang menjabat sebagai Masinis ditemukan tersangkut dibagian relling kapal dan ke empat korban lainnya ditemukan oleh Tim SAR gabungan terapung diberbagai tempat yang berbeda.
Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti apa penyebab dari tabrakan tersebut namun ke tujuh awak KM Anugrah Jaya Pasifik yang selamat akan diproses bersama awak dari KM Mutia Ladjoni 7 oleh pihak otoritas pelabuhan Raha.

Berikut seluruh Nama-nama korban yang selamat serta meninggal dunia :

NO.
NAMA
JABATAN
UMUR
KETERANGAN
1
NOCE MAIRUHU
Nahkoda
62
Meninggal dunia
2
SAMIAN SISWANTO
KKM
58
Selamat
3
SUGIONO
Mualim I
42
Meninggal dunia
4
ABD. HALIM
Juru mudi
27
Meninggal dunia
5
SUPARDI
Masinis I
62
Meninggal dunia
6
YAN MANANOHAS
Juru mudi
23
Selamat
7
MAHIUDDIN
Juru mudi
21
Selamat
8
ROUCI ARFA
Koki
32
selamat
9
TIWIFULHUDA
Oliman
19
Selamat
10
SUWARNA
Serang
30
Selamat
11
KAREL HERU
CIP
45
Meninggal dunia
12
ABD. RAHMAN
Oliman II
27
Meninggal dunia
13
PUGUH DAENG
Mualim II
42
Selamat

Dalam pelaksanaan Operasi SAR ini melibatkan beberapa unsur diantaranya :
1.       Lanal Kendari
2.       Pos AL Torobulu
3.       Pos Pol Air Raha
4.       Kandpel Raha
5.       Srop KDI
6.       BPBD Prov. Sultra
7.       Masyarakat setempat

Kamis, 31 Mei 2012

BANJIR BANDANG DI UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI



Kendari, 31/5 --- Informasi yang diterima dari salah satu anggota BPBD Prov. Sultra bahwa banjir bandang terjadi Pada 31/5 pagi Pukul 10.20 Wita beberapa rumah warga rusak parah serta 5 orang warga diduga hanyut terbawa arus, setelah informasi tersebut dihimpun dan dilakukan Preecom benar adanya kejadian bencana banjir tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Kendari dengan menggunakan satu unit Rescue Truck dan membawa Dua unit Rubber Boat (perahu karet) bergegas menuju ke tempat kejadian bencana dipimpin langsung oleh Kepala Potensi dan Operasi Kantor SAR Kendari Basrano, SE. yang bertindak sebagai koordinator SAR khususnya evakuasi korban dalam penanganan musibah banjir bandang tersebut. setibanya di TKM pencarian serta pertolongan terhadap ke lima korban dilakukan, lima orang warga yang menjadi korban banjir bandang tersebut berhasil diselamatkan namun satu diantaranya meninggal dunia, satu lagi menderita luka parah.


Sebelum bencana banjir ini terjadi peringatan telah dikeluarkan oleh pihak BMKG Kendari bahwa satu minggu kedepan curah hujan akan meningkat diwilayah Prov. Sulawesi Tenggara khususnya, tingginya gelombang laut mengakibatkan Sungai Wanggu yang terletak tidak jauh dari kampus universitas haluoleo ini meluap dan terjadilah bencana banjir dan langsung menghanyutkan beberapa rumah warga yang bermukim dibantaran sungai tersebut.

Selain Tim Rescue Kantor SAR Kendari, dilokasi juga sudah terlihat dua unit Ambulance milik PMI Cab. Kendari yang sudah siap mengangkut semua korban menuju rumah sakit guna mendapatkan penanganan yang lebih lanjut, satu buah dapur umum serta tenda pengungsi yang sengaja dibangun oleh Tagana Dinsos Prov. Sultra dibantu beberapa potensi SAR diantaranya dari SAR Unhalu, Mahacala, dan Fakultas Kedokteran Unhalu dibawah koordinasi langsung BPBD Prov. Sultra.



Dalam evaluasi akhir dari seluruh rangkaian kegiatan “Simulasi Penanganan Bencana Banjir” ini diketahui bahwa Ego sektoral masih mendominasi dalam kegiatan ini namun terlepas dari itu semua kegitan tersebut dinilai sukses karena tidak adanya permasalahan maupun kendala yang timbul baik pada saat evakuasi korban sampai dengan keseluruhan warga diungsikan ke tenda pengungsian’ ungkap Basrano, SE. koordinator SAR di lokasi sebelum menutup kegiatan ini, beliau juga menegaskan akan arti pentingnya koordinasi diantara seluruh pihak yang terlibat pada saat terjadi bencana maupun musibah yang disimulasikan saat  ini guna memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat tentunya.



 
Basarnas Kendari Blog Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template